TOKO NASA KENDAL

TOKO NASA KENDAL
DISTRIBUTOR NASA KENDAL MENYEDIAKAN PRODUK UNTUK PERTANIAN ORGANIK VITAMIN TERNAK HERBAL KESEHATAN & PERAWATAN TUBUH, PHONE 089509828156 BBM D9EA072C

TIPS BUDIDAYA TEMBAKAU

TIPS DAN CARA AMPUH BUDIDAYA TEMBAKAU
www.nasakendal.com

PENDAHULUAN
          Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT. NATURAL NUSANTARA berusaha membantu meningkatkan hasil produksi secara Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian. 

PEMBIBITAN
  • Jumlah benih 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
  • Biji utuh, tidak terangsang penyakit dan tidak keriput
  • Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan NATURAL GLIO (50%). Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70gram DS dan 35gram ZA dan isikan pada polybag.
  • Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1m sisi timur dan 60cm sisi barat.
  • Benih di rendam dalam POC NASA 5cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringkan.
  • Kecambahan pada baki/tampah yang di beri alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab, Tiga hari kemudian benih sydah menmpakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
  • Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukkan benih pada lubang sedalam 0,5cm dan tutup tanah tipis-tipis.
  • Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.
  • Bibit sudah bisa dipindahkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.
PEMBUATAN LUBANG TANAM
          Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90x70cm. Tembakau madura ditanam dengan jarak 60x50cm yang penanamanya dilakukan dengan dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90x90cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90cm, atau 120x50cm.

CARA PENANAMAN
  • Basahi dan sobek POLYBAG lalu benamkan bibit sedalam leher akar
  • Waktu tanam pada pagi atau sore hari.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA:
  1. ULAT GRAYAK gejala yang timbul berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada bekas gigitan. cara pengendaliannya dengan cara pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, dan semprot menggunakan NATURAL VITURA.
  2. ULAT TANAH gejala: daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah, pengendaliannya dengan cara semprotkan PESTONA.
  3. NEMATODA bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman akan kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. pengendalian: senitasi kebun, pemberian GLIO di awal tanam, dan PESTONA.
PENYAKIT:
  1. Hangus Batang: gejala yang terjadi seperti batang terlihat mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar, pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan NATURAL GLIO
  2. Bercak Hitam: timbul bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian, jamur juga menyerang batang dan biji. 
PANEN DAN PASCA PANEN
          Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna kekuningan, Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak atau hampir masak hal tersebut ditandai dengan warna ke abu-abuan, Sedangkan untuk golongan sigeret pada tingkat kemasakan tepat atau masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak, dan jika menginginkan krosok yang kasar pemetikan di perpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan yang tepat.
          Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas, waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman, Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali. 

TESIMONI MENGGUNAKAN PRODUK NASA:

CATATAN: 
Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu :
  1. Trash (apkiran) : warna daun hitam
  2. Slick (licin/mulus) :warna daun kuning muda
  3. Less slick (kurang halus) : warna daun kuning seperti warna kulit jeruk lemon
  4. More Grany (sedikit kasar) : warna daun antara kuning-oranye.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TIPS BUDIDAYA TEMBAKAU"

Posting Komentar